Jumat, 13 Agustus 2010

DHARMA AGAMA DAN DHARMA NEGARA

DHARMA AGAMA DAN DHARMA NEGARA

Oleh
Ida Pedanda Gde Kt Sebali Tianyar Arimbawa

Dharma artinya agama, kebajikan, keadilan, kebenaran, bhudipekerti, moral, sradha/keyakinan, hukum, tugas/kewajiban, bakti dan kerja baik. Lawan dari dharma adalah adharma, peminpin wajib melawan adharma jika ingin rakyatnya memenangkan dharma. Dharma juga artinya sama dengan satya, hukum, kebenaran dan kewajiban yang harus dipegang teguh oleh seorang peminpin di dalam menjalankan swadharmanya. Dimana seorang peminpin berpikir kebenaran, berkata tentang kebenaran dan berprilaku berdasarkan kebenaran maka disana masyarakat akan mendapatkan pengayoman,kesejahtraan dan kedamaian.

Dharma juga berarti sabda Hyang Widhi karena itu dharma juga berarti peraturan, hukum, undang-undang, dalam kaitan ini dharma artinya mengatur tingkahlaku manusia untuk melaksanakan tugasnya yang digariskan dalam undang-undang. Tugas dan hak seseorang dalam undang-undang adalah sama-sama demi dharma. Karenannya dharma sama berarti keadilan,kebajikan, moral, perbuatan, dan kerja baik. Dharma mempunyai pengertian yang sangat luas dan dharma merupakan karakteristik agama Hindu yang tidak dapat dalam agama lain.

Sesuai maknanya Dharma artinya melindungi, menyangga, menjinjing dan memangku. Dimana peminpin menjalankan dharma maka rakyat akan dilindungi dari rasa takut, rakyat akan disangga kehidupannya, dibangun kesejahtraannya, rakyat akan diantarkan/dijinjing keluar dari kemiskinan dan kesamsaraan, rakyat akan dipangku menuju kedamaian. Karena dharma yang dijalankan oleh peminpin rakyatnya akan dlindungi oleh dharma, sebaliknya dimana peminpin melanggar dharma disana peminpin dan rakyat akan samsara.

Apabila seorang peminpin mendahulukan kepentingan pribadinya melampaui negara maka itu tandanya peminpin telah melenceng dari dharma sebagai seorang peminpin.
Jika peminpin berlindung dan menjalankan dharma maka seluruh rakyat akan terhindar oleh rasa takut.

Peminpin melaksanakan dharma secara bertahap melalui keagungan dharma itu sendiri/ dharma kerti, yakni melalui dharma karya, dharma kama, dharma karman, dharma kshetra,dharma dana, dharma daksina.

Bisma kepada Yudistira berkata : dengan menjalankan dharma maksudnya bagaimana peminpin menseimbangkan tugas-tugas kita dan hak-hak orang lain. Karena itu tetaplah jungjung tinggi dharmamu sebagai seorang peminpin anakku. Seorang peminpin yang dapat mengerti menjaga keseimbangan tugas dan hak-hak rakyat sajalah yang apat disebut telah menjalankan dharma negara dengan baik.
Perlu dingat ada dharma negara dan dharmaraja, dharmanegara adalah pengabdian kepada negara, ibu pertiwi dan bangsa. Dharmaraja tugas kewajiban sebagai seorang kepala negara (peminpin pemerintahan) menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa, menjaga hak-hak warga negaranya. Mensejahtrakan rakyat dibawah naungannya.
Dharmaraja harus mampu memenangkan keadilan dan kebenaran dari ketidak adilan dan kebohongan, memenangkan dharma dari adharma, memenangkan kebajikan dari kebatilan. Itulah dharmanegara yang diemban oleh seorang dharmaraja.
Berkaitan dengan dharmanegara hendaknya dipahani juga
- dharma karya; melakukan kerja dengan baik dan benar
- dharma-tattwa; memahami esensi hukun yang hakiki
- dharma-dharsana; pengetahuan filsafat tentang hukum
- dharma yudha; memperjuangkan kejujuran dan keadilan
- dharma-sabda; sidang untuk menegakan keadilan
- dharma-yadnya; mepersembahkan kerja sebagai sebuah yadnya secara iklas
- dharma-wijaya; menangnya keadilan dan kebajikan

dalam melaksanakan dharmanegara seorang peminpin ibarat matahari yang menyinari bumi, menghilangkan semua gelapnya dunia, demikianlah orang yang melakukan dharma memusnahkan segala macam dosa dan sesamsaraan raknyatnya.
Dharma itu merupakan sumber datangnya kebahagiaan bagi yang melaksanakannya,orang yang tidak bimbang bahkan budinya tetap teguh untuk melaksanakan dharma maka orang itu akan sangat bahagia,diibaratkan sebagai air yang menggenangi tebu, tidak hanya tebu yang mendapatkan airnya tetapi tanaman disekitarnya juga dapat menikmatinya. Lagi pula mesti disemak-semak, dihutan, digunung,tempat berbahaya, dalam perang sekalipun dan segala tempat yang menimbulkan kesusahan tidak akan ada bahaya bagi orang yang melaksanakan dharma,karena perbuatan baiknya itulah yang melindungi.

Jadi jika dharma artinya kebenaran, hukum, kebajikan, maka negara artinya wilayah kekuasaan. Bila dharma adalah hukum maka negara adalah badannya, bila negara adalah badan maka dharma adalah jiwanya. Antara jiwa dan badan tidak bisa dipisahkan apabila menginginkan kehidupan yang bahagia dan sejahtra.

Sri Kresna bersabda: Manakala dharma hendak sirna, dan adharma merajalela, saat itu, wahai bharata, aku sendiri turun menjelma.

DHARMANEGARA :
KEWAJIBAN SEORANG PEMINPIN MENJALANKAN SWADHARMANYA DALAM MEMENANGKAN KEADILAN DAN KEBAIKAN MENUJU KESEJAHTERAAN BERSAMA.
DHARMA AGAMA KEWAJIBAN SEMUA UMAT UNTUK MELAKSANAKAN AJARAN AGAMANYA MELALUI CATUR MARGA; BHAKTI, KARMA, YOGA DAN JNANA. MENGENDALIKAN TRI KAYA PARISUDHA DALAM DIRINYA, WAJIB MENJALANKAN CATUR PURUSA ARTHA MENUJU JAGADHITA DAN MOKSA.

1 komentar:

  1. thanks for information...

    visit this blog;
    alwyslovecomputer.blogspot.com

    BalasHapus